Get Adobe Flash player

Buku Burung

Saturday
January 2017
21
Home

Puncak Peringatan HMPI & BMN 2016 Prov Sulawesi Tengah

REHABILITASI EKS PETI “DONGI-DONGI” MENYAMBUT HARI MENANAM POHON INDONESIA DAN BULAN MENANAM NASIONAL TAHUN 2016 DI SULAWESI TENGAH

Pada tanggal 3 Desember 2016, puncak peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) dan Bulan Menanam Nasional (BMN) Tahun 2016 untuk Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) dilaksanakan pada area bekas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Dusun Dongi-Dongi, Desa Sedoa, Kecamaran Lore Utara, Kabupaten Poso, Provinsi Sulawesi Tengah yang masuk dalam kawasan Taman Nasional Lore Lindu (TNLL). Kegiatan penanaman di arae tersebut sudah dimulai sejak pertengahan Oktober 2016 dengan melibatkan polisi kehutanan (Polhut) dan masyarakat mitra polhut (MMP) binaan Balai Besar TNLL.

Acara ini dipimpin langsung oleh Gubernur Sulteng dihadiri oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Kemen LHK) yang diwakilkan oleh Direktur Bina Pengelolaan Ekosistem Esensial Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, Kepala Balai Besar TNLL selaku koordinator wilayah Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kemen LHK beserta UPT Kemen LHK lain yang berada di Sulteng, Bupati Poso beserta jajaran Pemkab Poso, Bupati Sigi beserta jajaran Pemkab Sigi, Kepala SKPD Provinsi Sulteng, Danrem 132 Tadulako, Kapolda Sulteng, Enhancing the Protected Area System in Sulawesi for Biodiversity Conservastion (E-PASS), pelajar/mahasiswa, dan masyarakat sekitar lokasi.

Sesuai dengan tema HMPI tahun 2016 “Pohon dan Hutan Rakyat, untuk Kehidupan, Kesejahteraan dan Devisa Negara”, Gubernur Sulteng menyampaikan himbauan kepada masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan memelihara hutan yang ada di kawasan TNLL agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya sehingga dapat memberikan kesejahteraan kepada masyarakat. Lebih lanjut beliau menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Dongi-Dongi yang telah sadar dan mendukung kebijakan pemerintah untuk menutup lokasi tersebut dari aktivitas menambang emas tanpa izin. Pemprov Sulteng akan mencari jalan keluar terbaik khusus untuk masyarakat lokal yang berada di wilayah Dongi-Dongi dan tidak memberikan ruang bagi masyarakat pendatang untuk menambang.

Last Updated (Tuesday, 13 December 2016 03:59)

Read more...

 

Pejuang Peduli Maleo

Burung Maleo merupakan satwa langka dan merupakan maskot Sulawesi Tengah. Keberadaan satwa ini dijumpai dibeberapa kawasan konservasi di Sulawesi Tengah salah satunya di Taman Nasional Lore Lindu. Keberdaan populasinya dari tahun ke tahun semakin menurun sehingga butuh perlakukan lebih dalam upaya konservasi satwa ini. Di Taman Nasional Lore Lindu terdapat beberapa nesting ground Maleo salah satunya di Saluki Bidang PTN Wilayah I Saluk. Berkat perjuangan panjang seorang Polhut dibantu dengan Kelompok Peduli Maleo yang tergabung dalam Kelompok Cakar Maleo Saluki maka lambat laun populasinya di alam dapat terjaga dan terlidungi dari kejahatan predator. Pak Herman namanya, seorang Polhut Taman Nasional Lore Lindu yang pernah mendapatkan penghargaan Kalpataru dalam upaya pelestarian lingkungan. Berkat kegigihannya dalam pelesatrian Maleo, maka populasi Maleo di Saluki beberapa tahun belakangan ini mulai menunjukkan pertambahan populasi yang signifikan. Maka, tak heran kalau Bapak ini disebut sebagai pahlawan Maleo dari Saluki Taman Nasional Lore Lindu.Untuk mengetahui lebih jauh kiprahnya, saksikan liputan berikut ini.

Last Updated (Tuesday, 01 November 2016 10:39)

 

Kemah Konservasi

KEMAH KONSERVASI MENYAMBUT HARI KONSERVASI ALAM NASIONAL TAHUN 2016

DI TAMAN NASIONAL LORE LINDU

Seperti tahun-tahun sebelumnya peringatan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) yang berlangsung setiap tanggal 10 Agustus diselenggarakan oleh Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu (TNLL) melalui berbagai macam kegiatan. Salah satu rangkaian kegiatan tersebut adalah pelaksanaan Kemah Konservasi yang berfungsi sebagai upaya kampanye dan sarana edukasi kepada masyarakat akan pentingnya konservasi bagi kesejahteraan manusia yang diharapkan menimbulkan rasa peduli sehingga pada akhirnya dapat berperan aktif dalam menyelamatkan ekosistem alam.

Kemah Konservasi diselenggarakan selama 3 hari mulai tanggal 12 sampai dengan 14 Agustus 2016 dan diikuti oleh 45 peserta yang berasal dari Pramuka Saka Wana Bhakti, Kader Konservasi binaan TNLL, siswa SLTA, masyarakat peduli api, kelompok pecinta alam dan kelompok peduli satwa.

Last Updated (Sunday, 18 September 2016 12:45)

Read more...

 

Login Form



Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday61
mod_vvisit_counterYesterday236
mod_vvisit_counterThis week2460
mod_vvisit_counterLast week4996
mod_vvisit_counterThis month8556
mod_vvisit_counterLast month4108
mod_vvisit_counterAll days471922

We have: 7 guests online
Your IP: 54.211.41.181
 , 
Today: Jan 21, 2017